Setiap manusia pasti memiliki kenangan berharga tentang masa kecil, tentang kelucuan, kenakalan, kebodohan, ataupun benda-benda yang berhubungan dengan masa kecilnya.
Kita bisa menjadi seperti sekarang ini adalah hasil dari akumulasi pengalaman-pengalaman yang kita dapat dari masa kecil kita.
Pengalaman masa kecil tiap-tiap orang pastilah berbeda-beda, semua tergantung pergaulan, tempat tinggal dan zaman.
Masa kecil gw bisa dibilang sangat sempurna (masa sekarang jauh dari sempurna), gw bersyukur memiliki kedua orang tua yang baik dan tidak kurang dalam memberikan perhatian serta kasih sayangnya, pembantu yang selalu menyanyikan gw lagu kondom 12, pembantu yang senantiasa melindungi adik gw dari amukan gw, dan tidak lupa anak ayam yang mejret didudukin tamu.
Gw adalah anak pertama dari 2 bersaudara. Saat kecil gw termasuk anak yang sangat nakal, tapi mungkin juga bisa dibilang cukup kreatif. Masa kecil gw gw habiskan di tempat sampah, makanya ngga aneh kan kalo sekarang gw menganggap bau kentut gw seperti bau ayam goreng, bau upil gw seperti bau sosis tinggal lup dan bau pipis gw layaknya bau kuah mie rebus. Serius.. waktu kecil gw suka banget ngorek-ngorek sampah, gw terobsesi bisa menemukan mainan bekas disana (gw pernah nemu mainan power rangers di tempat sampah dan gw berharap bisa menemukan sisa ranger yang lain di sana), selain itu biasanya gw mencari sampah kertas yang ada gambar-gambarnya.
Ketertarikan gw dengan gambar ada hubungannya dengan ketertarikan gw dengan mainan robot-robotan atau orang-orangan. Gw biasa membuat mainan dari gambar yang gw gunting-gunting, gambar dari gambar yang sudah ada ataupun gambar yang gw bikin sendiri. Sudah tidak terhitung lagi mainan yang gw buat dari gambar-gambar tersebut. (gw main begituan sampe kelas 1 SMA).
Mengenai pengalaman unik dan tak terlupakan, gw pernah dikejar-kejar oleh makhluk biadab yang beraninya keroyokan melawan anak kecil tak berdosa.
Berawal dari Randy kecil tahun yang ikut kedua orang tuanya kondangan yang sepertinya ada di daerah Bekasi.
Pada saat itu gw yang entah sedang apa berada di dekat sebuah kandang, di dalam kandang yang berukuran besar itu terdapat seekor anjing yang kalo ngga salah bejenis Herder, berkelamin ngga tau, dan pastinya terlihat ganas. Dikejauhan nampak beberapa ekor anjing lain yang terlihat sedang bersantai (sepertinya pemilik rumah suka memelihara anjing, hingga punya lebih dari 3 ekor anjing). Gw yang pada saat itu tidak mengenal takut sepertinya menarik perhatian si Herder, si Herder ini sepertinya bos dari anjing-anjing yang ada di rumah tersebut.
Gw yang sedang asik di depan kandang si Herder tiba-tiba dikagetkan oleh gonggongan dahsyat milik si Herder, gonggongannya seperti sari serat yang melancarkan kita buang air besar. Gonggongan Herder sepertinya memberikan komando kepada para anjing lain untuk mengejar gw, tiba-tiba saja gw merasa seperti makanan anjing yang lezat, yang harganya mahal tapi isinya sedikit, yang diimport dari luar negeri yang mau ngga mau harus jual motor dulu untuk membelinya.
Para anjing pun bangkit dan mengejar gw. Dengan segenap kekuatan gw berlari menyelamatkan diri gw keluar dari rumah tempat acara kondangan tersebut, yang gw ingat saat itu hanyalah gw ternyata bukan power rangers, gw hanya anak ingusan biasa yang tak berdaya. Saat itu gw ngga berani menoleh kebelakang, tapi gw yakin anjing yang ngejar gw pasti lebih dari 3 (menggonggong dengan pembagian suara tenor bariton dan alto layaknya paduan suara anjing), sampai pada akhirnya gw memutuskan untuk jongkong (seperti apa yang diajarkan orang tua gw, “nak, jongkoklah kalo dikejar anjing!”).
Sambil jongkok, gw hanya bisa pasrah, sembari memejamkan mata dan menitikan air mata, terdengar suara gongongan para anjing disusul dengan suara orang-orang yang makin lama makin mendekat yang mungkin mencoba menyelamatkan gw, dan gw bersukur, gw masih utuh sampai sekarang.
Kejadian tersebut meninggalkan rasa takut yang mendalam terhadap hewan bernama anjing. Sampai pada suatu masa gw harus kembali berhadapan dengan anjing.
Dulu di daerah belakang rumah gw ada sebuah rumah yang di depannya terdapat kandang orang utan, gw dan sepupu gw yang bernama Tingga sering main kesana untuk menggoda orang utan tersebut. Gw dan tingga yang sering mengganggu orang utan itu mungkin saja membuat pemilik orang utan itu terganggu (yang di diganggu orang utannya kenapa pemiliknya yang keganggu, toh orang utannya asik-asik aja). keesokan harinya ketika gw dan Tingga ingin bersilaturahmi dengan si orang utan, kami disambut oleh anjing penjaga yang sepertinya sengaja ditaro di depan gerbang oleh sang pemilik orang utan. Tak ayal lagi, terjadi adegan kejar mengejar layaknya Edward Cullen (gw) dengan Jackob Black (anjing). Belakangan gw ketahui nama anjing itu adalah BIF.
Karena kejadian tersebut gw dan Tingga pun dirasuki perasaan dendam kesumat.
Demi membalas dendam, gw dengan Tingga berniat menyiram Bif dengan air. Namun bukan air sembarang air, gw dan Tingga yang menemukan kaleng bekas cat mengisi kaleng tersebut dengan air yang kami ramu menjadi senjata biologis pemusnah anjing setan. Air yang berisi campuran tumbuh-tumbuhan, ditambah dengan kencing gw, Tingga dan kencing para sepupu gw (kurang lebih ada kencing 6 orang di dalam kaleng cat tersebut).
Pada akhirnya ketika hari H, kaleng cat itu hilang secara misterius, entah kami yang sial karena kehilangan kaleng tersebut ataukah orang yang mengambil kaleng cat tersebut yang sial karena harus mengambil resiko mengamputasi hidungnya menjadi satu lubang (kayak lubang kloset). Biarlah hal itu menjadi misteri sebuah kaleng cat yang hilang, sekarang tempat gw dan Tingga menyimpan kaleng cat tersebut sudah menjadi sebuah rumah. Sungguh zaman telah berubah, namun ada satu yang belum berubah, gw masih takut sama anjing.