Jumat, 11 Mei 2012

Everybody New

Selamat tahun baru 2012 buat kalian yang merayakan, maaf kalo gw telat ngucapinnya, tapi lebih baik telat dari pada sakit hati kan.

Momen pergantian tahun pastilah sangat dinantikan oleh hampir semua orang di dseluruh penjuru bumi. Indahnya kembang api, sumbangnya bunyi terompet dan kemacetan di kota Jakarta. Hal tersebut sudah menjadi kebiasaan setiap tahunnya. Orang-orang dengan kompak dan ber sempak menunggu pukul 12 malam lewat 1 detik sebagai titik tolak menuju hari baru dan hidup baru yang penginnya lebih baik.

Dua hari sebelum pergantian tahun gw baru saja pulang dari perantauan. Selama 20 hari gw berpetualang di Kalimantan timur. Gw kembali bukan hanya membawa oleh-oleh, tetapi dengan tampilan baru yg lebih oke.. hitam, brewok seperti gorila lepas.

Dengan tanpa harapan bisa melewati malam tahun baru dengan menyenangkan seperti orang kebanyakan gw melewatinya dengan tertidur pulas diatas karpet, depan televisi, disamping martabak coklat keju dan ditemani dua orang sepupu gw. Malam tahun baru memang tidak pernah berarti banyak buat diri gw, buat gw pribadi malam tahun baru itu hanya trend yg diadakan tiap tahun dengan berbagai kegiatan yang mubazir. Bagaimana kendaraan yang begitu banyak turun ke jalanan yg pasti akan berujung pada kemacetan lalulinats, berapa banyak galon BBM yang dihabiskan untuk hal yang kata rangga AADC ngga prinsipil. Seberapa banyak remaja yang kehilangan keperawanannya karena kebodohan malam tahun baru (kata temen gw sih),dan seberapa banyak sampah yang dihasilkan dari manusia-manusia tidak bertanggung jawab membuat kota Jakarta terendam banjir.

Gw emang orang yang ngga suka ikut mainstream, gw lebih suka apa adanya dengan pemikiran gw yang mungkin akan dibilang munafik oleh orang banyak. Tapi di tahun baru ini, gw memiliki banyak sesuatu yang baru, pengalaman baru, teman baru, dan semoga saja mobil baru.

Dimulai dari gw yang diterima bekerja di sebuah perusahaan BUMN pada akhir tahun 2011. Bersama dengan 30 orang teman satu divisi gw yang sebagian besar ngga normal, hari-hari pun terasa menyenangkan dan penuh dengan ketololan dan sedikit kesedihan...
Kebanyakan orang biasanya ingin membuat kesan dalam pertemuan pertama, dengan mengeluarkan lelucon super andalan, dan totalitas humor disaat pertemuan pertama. Ingin dikenal sebagai orang yang lucu tentu saja adalah hal yang paling diinginkan sebagian besar orang. Sebenernya gw juga ingin melakukan hal tersebut, tapi gw ngga mau ambil resiko untuk dikenal sebagai si garing, dan pada akhirnya gw hanya bisa mengamati satu persatu teman-teman baru gw.

Kegiatan diam tanpa kata gw tampaknya tidak terlalu membuahkan hasil, saat itu sepertinya gw hanya segelintir dari orang yang ngga penting di dunia ini. Gw berinisiatif untuk melakukan sedikit aksi untuk menunjukkan eksistensi gw. Dengan sedikit bakat dan keinginan yang besar untuk pamer, gw menggambar komodo... Entah kenapa saat itu gw tidak menggambar ayam atau kucing, mungkin karena pada saat itu gw teringat si cicak maskot seagames 2011.

“eh lo gambar apa? Lo bisa gambar ya” akhirnya ada seorang teman gw yang melihat karya gw yang emang sengaja ingin dilihat orang.
Dengan wajah lugu andalan gw, gw menjawab dengan tatapan mesra “hmm..ini gambar komodo.. gak bisa bisa banget sih, Cuma suka iseng aja gambar-gambar”
“pasti lo suka main game, biasanya kalo suka gambar kan orangnya suka main game” teori yang aneh itu gw iyakan...
Dengan tegas dan penuh percaya diri namun gak nyambung gw katakan “Gw suka Ultraman”.

Sejak hari itu gw pun punya panggilan baru, “Ultra” yeaah gw terkesan sehat dan menyegarkan.


Minggu pertama di kantor bukanlah hari-hari yang biasa saja, sudah berbagai macam jenis dan bentuk ketololan gw lakuakan. Dari gw yang mengantar teman gw pulang ke rumah, yang ternyata rumahnya jauh, lalu gw yang selama seminggu melewati lampu merah yang seharusnya tidak perlu gw lewati karena ada flyover di sebelahnya, hingga celana gw yang sobek di bagian yang memalukan tanpa gw sadari sampai seorang teman gw memberi tahu gw. Hal itu benar-benar membuat gw pantas menyandang panggilan ultra (ultra bodoh)..

Salah satu kegiatan rutin gw dikantor selain bekerja adalah bolak-balik ke toilet, biasanya hanya untuk sekedar mencuci tangan ataupun buang air kecil. Namun kali ini agak berbeda, perut gw yang ketika itu terasa mules mencekam membuat gw harus melakuakn pemberontakan di toilet (pemberontakan BOXER).

Di kantor gw ada 3 toilet yang bisa digunakan, ggw menggunakan toilet yangletaknya dekat dengan mushola. Gw masuk setelah teman gw, gw mengunci pintu dengan menekan lock di gagang pintu yang berbentuk bulat dan semua berlangsung begitu saja.
Memang rasanya kurang nyaman ketika lo buang air di sekitar tempat yang ramai, berbagai godaan seperti ketukan pintu ataupun orang yang menanyakan siapa yang ada di toilet sampai yang paling menyebalkan ketika ada yang nyletuk “iih bau banget, nih yang di dalem habis makan bangke apa ya”, heloo, emang lo pikir punya lo gak bau! Hal seperti itu sepertinya memaksa kita untuk mempercepat laju boker dalam perut dan bergegas angkat bokong dari kloset.

Untuk mengurangi kecemasan dalam melakukan pemberontakan tersebut, gw mencoba mengalihkan perhatian dengan membuka Facebook dari hape gw... Baru saja ingin menulis status “ee,nikmat, mantap dan dahsyat” di facebook, tiba-tiba pintu kamar mandinya terbuka, mendadak gw panik dan galau, gw pun dengan secepat tai yang meluncur ke lubang kloset melompat dan menahan pintu agar tidak terbuka lebih lebar, berusaha agar tidak ada mata yang menangakap kehadiran gw dalam kondisi tidak memaki celana di dalam toilet.

Mutant sisa makanan tadi pagi tampak berceceran, masih sambil menahan pintu agar tidak terbuka kembali, ingatan gw pun flashback ke beberapa menit sebelum gw masuk toilet. Gw ingat pada saat itu gw mencoba memutar gagang pintu toilet namun tidak bisa, kenapa sekarang pintunya jadi rusak gini, padahal gw sudah menekan slot untuk mengunci pintu.. sambil berpikir dan tetap dalam posisi menahan pintu mata gw melihat ke atas pintu, disana terlihat grendel yang belum gw kunci. Perlahan namun pasti, gw langsung bangun dan mengunci grendel tersebut lalu kembali melanjutkan aktifitas.

Ketenangan tidak berlangsung lama, karena pada akhirnya gw harus keluar dan mengadapi kejamnya dunia di luar toilet.


baytheway.. Ternyata udah hampir dua bulan gw ngga makan nasigoreng Alif.. bagaimana rasanya, semoga tak sebebas merpati..loh...

Dengan slogan.. totalitas, dedikasi dan istighfar


Randy dan teman-teman

Senin, 14 November 2011

Band Keren yang tak Dikenal bagian 3 (Manggung Perdana neeh)

Matahari bersinar tidak terlalu terik dan seperti biasa gw juga sudah melakukan setoran di kamar mandi. Gw memasuki gerbang sekolah berwarna hitam yang menjulang setinggi kurang lebih 2 meter.

Dari dalam tampak pemandangan sebuah panggung yang besarnya setengah ruang kelas gw, dengan hiasan khas anak SMA yang ngejreng , agak norak dan konsepnya ngga jelas, ditambah dengan alat-alat musik yang disewa dari studio musik terdekat membuat pemandangan di lapangan sekolah gw nampak berbeda. Panggung yang dalam beberapa jam kedepan akan gw warnai dengan permainan drumm gw terlihat begitu menantang dan menggairahkan (jadi kayak artikel 17 tahun).........

Sambil menyeka keringat di dahi gw, merapikan seragam, gw pun disambut oleh senyuman pak Tafsir sang satpam sekolah yang berbadan gendut dan berkumis tebal ala pak raden. Daripada manusia pada umumnya, sosok pak Tafsir lebih menyerupai Mario Bros dengan badan gendut dan sekumpulan semut hitam yang berbaris, bertumpuk-tumpukan, berjabat tangandan kawin di atas bibir pak Tafsir hingga nyaris tak terlihat. (koq bahasanya jadi kayak novel ya..)

“elo jalan dari bates ya?” tanya pak Tafsir mencoba akrab dengan gw..
“eh, iya pak pemanasan buat ntar manggung” jawab gw santai, walaupun sebenarnya gw capek dan emang gw jalan karena ngirit ongkos angkot.

Gw dan teman-teman yang lain memang terkadang jalan kaki dari bates (batas kota Tangerang dengan Jakarta)sampai sekolah, jaraknya kurang lebih 1,5 kilo. Tapi memang anak-anak sekolah gw terbiasa jalan jauh, anak SMA 63 memang telah teruji ketahanan tubuh dan mentalnya, sesuai dengan sebutan sekolah gw “MODERAT” yang kata guru sejarah gw adalah singkatan dari MOdal DEngkul dan uRAT........

Tiap sekolah emang biasanya punya nama-nama populer untuk sekolahnya, terusterang gw ngga tau yang kayak gitu mulai sejak kapan dan buat apa... seperti waktu gw SMP. Gw sekolah di SMP 11 yang nama ngetopnya FALS, dulu gw pikir kenapa disebut FALS adalah karena ini sekolahnya bang Iwan Fals, atau mungkin paduan suaranya terkenal memiliki suara yang fals.

Belakangan gw ketahui kalau FALS adalah singkatan dari Federasi Anak Liar Sebelas yang bila ditelaah artinya, atau malah ngga usah ditelaah artinya udah kayak nama geng motor yang anggotanya tuyul-tuyul yang belom di susuin.

Lalu ada juga SALITI, atau SAtu LIma TIga, DUPAL atau DUa emPAt Lima (singkatannya ngga bener tapi mendingan) ataupun yang singkatannya dengan kepanjangannya sama sekali ngga nyambung kayak SMP 206 dengan nama beken “DONAL”...

Tanpa bermaksud menjelek-jelekkan sekolah tersebut, tapi dari singkatannya yang ngaco, aneh, dan kelewatan, pasti senior mereka pelajaran bahasa Indonesianya sekualitas dengan turis bule. Sekarangpun adik-adik kelasnya masih tetap mengenang jasa para senior bule mereka..... saran gw sih mending diganti aja jadi DONA (Dua nOl eNAm) ,kan bakalan lebih sexy hehehe...

Balik lagi ke masa SMA gw...

Acara sudah dimulai, gw berkumpul dengan anak-anak GUGAD untuk sekedar membahas bagaimana penampilan kita nanti di atas panggung.
Gw jadi ingat, beberapa hari sebelumnya, gw, Zaenudin dan beberapa teman dari band lain ikut rapat di ruang guru untuk membahas tentang segala sesuatu yang berkutat dengan pensi.

“lagu apa yang mau dibawaain?” tanya pak Harno guru Ekonomi matrik sekaligus panitia pensi kepada kita semua.
“Hitam pak” jawab Zaenudin sebagai perwakilan band GUGAD
“lagunya siapa itu?” tanya pak Harno
“PADI pak” jawab gw...
“Kalo kalian?” tanya pak Harno sambil menunjuk ke arah perwakilan band yang lainnya.
“Bendera” jawab perwakilan band lain yang langsung dipotong oleh pak Harno
“Ibu Sud” sahut pak Harno dengan percaya diri namun tak bertanggung jawab....
“bukan pak, Bndera nya band Coklat” perwakilan lain mencoba meluruskan
“oh kalo zaman saya itu Ibu Sud” jawab pak Harno sambil cengar-cengir.

Pak Harno memang dikenal guru yang baik dan suka melucu, hanya sangat disayangkan kalau dia sama sekali ngga ada bakat untuk ngelucu.
Suasana di kelas sunyi, sepi sedu sedan dan sangat membosankan ketika pak Harno sedang mengajar. Saking membosankannya pernah ada teman gw yang minta izin buang air kecil dan ngga balik lagi ke kelas, bahkan yang paling sadis adalah seorang teman gw yang malah ikut pelajaran olahraga ketika pelajaran pak Harno (perbuatan tersebut jangan ditiru).

Sosok pak Harno ini memang ngga menakutkan sama sekali, malah mmungkin cenderung ngegemesin dan unyu unyu.. Badannya kecil dan sedikit gemuk, wajahnya yang ngga meyakinkan juga langkahnya yang pendek-pendek ketika berjalan membuatnya seperti tokoh Bagong ukuran mini dalam kisah Punakawan di dunia perwayangan.
Saking jayusnya lelucon pak Harno, dibutuhkan 10 detik untuk para murid menelaah leluconnya yang sisi kelucuannya adalah ke sepenuh hatian beliau dalam melontarkan leluconnya yang sama sekali ngga lucu... Tapi oke lah niat baiknya perlu diacungin dua jempol... kaki...

Pesan untuk pak Harno, semoga bisa menjadi orang yang lebih lucu untuk kedepannya...

Balik lagi ke pensi..

Tiba saat nya kami naik panggung setelah kurang lebih 7 jam menunggu. Sujatmiko dan Anank terlebih dulu naik ke atas panggung, disusul Nur Shobi, Zaenudin dan yang terakhir gw. Para penonton yang terdiri dari murid dan guru nampak memperhatikan kita, mereka tampak tidak banyak berkomentar melihat kita. Cuaca memang terlihat mendung dan semakin gelap, membuat udara menjadi lebih sejuk dan membuat suasana menjadi syahdu dengan angin dingin yang mulai menggelitik kulit tiap insan yang saat itu berada di lingkungan SMU 63.

Nur Shobi mulai mengutak-atik gitar, begitu juga Anank dan Sujat, sambil mereka bertiga menyamakan nada, Zaenudin pun sedikit memberikan sambutan kepada para penonton. Sedangkan gw sedikit memukul-mukul set drum yang ada di depan gw dengan pelan agar tidak mengganggu teman yang lain dengan suara drum gw. Ini kedua kalinya gw manggung di dalam hidup gw. Yang pertama gw manggung, adalah sebagai aditional drummer untuk BAHAX band. Band teman gw yang juga ikut audisi di Eros studio namun ngga lolos..coba drummernya gw..hehehe...

“Lagu pertama, Ketakjuban dari PADI” Zaenudin mengumumkan sambil menganggukkan kepala memberikan tanda untuk kami memulai. Disambung oleh ketukan satu sampai empat dari gw...

Intro kami mainkan dengan tempo yang sedikit lebih cepat dari lagu aslinya.. lalu Zaenudin mulai bernyanyi dengan suara andalannya (yang setengah nada lebih rendah dari musiknya).
Kami sudah diatas panggung, kesalahan-kesalahan yang terjadi tidak terlalu kami perdulikan, because show must go on. Walaupun hujan turun dan semakin deras, para penonton yang berlarian mencari tempat berteduh kami tidak perduli, musik yang kami mainkan masih bisa terdengar oleh dunia... Semoga kelak GUGAD band bisa dipekerjakan pemenrintah untuk memanggil hujan di dareah kekeringan.

“Ku tau kau memiliki segalanya, yang mampu menaklukkan hatiku
Sebenarnya ku tak pernah mengenalmu
apa mungkin kau sungguh hadir untuk
Membebaskan aku.. selamatkan akuuuuuuuuuuuuuu...”
Dan tiba-tiba listrik padam, suara musik tidak lagi terdngar.. hanya dentuman drum gw yang berbunyi di antara suara rintihan hujan yang hot.
Kami disuruh turun dari panggung. Sujat, Shobi , Anank dan Zaenudin pun bergegas turun setelah meletakkan kembali alat musik di tempatnya semula, namun gw terus saja melanjutkan permainan gw.. layaknya pemain drum yang profesional, gw melakukan solo drum.

Dengan semangat membara (padahal kalo diinget-inget ketukannya gembel banget) gw tetap melanjutkan permainan soloist gw yang dahsyat jeleknya. Dalam bayangan gw saat itu gw pasti terlihat keren.. sampai tiba-tiba gw ditimpuk kardus sama mas-mas teknisi..

“woy udah, sini lo turun!” mas-mas teknisi meneriaki gw untuk segera turun dari panggung...

Gw cuek..

Sandal melayang melewati samping gw, nyaris mengenai kepala gw...

Gw pun turun sambil menahan kekesalan, dan menahan tangan gw agar tidak melayangkan tinju ke mas-mas teknisi...

“Udah, sabar Ran” teman gw Dodi mencoba menenangkan gw.
“Ia ini sabar, namanya juga hujan, mau nyalahin siapa?” jawab gw dengan perasaan kecewa namun tetap cool, smart dan gaul.

Walaupun hanya ¼ lagu yang bisa kami tampilkan, tapi meninggalkan kesan yang mendalam.. bagi gw yang terpenting bukan manggung, tapi proses yang dilewati, juga kebersamaan gw dengan teman-teman GUGAD lah yang mmembuat semuanya menjadi indah. Lagipula pas acara pensi itu gw udah 2 kali bolak-balik naik ke atas panggung untuk ikut games dan mendapatkan hadiah.

Dan dari kejadian tersebut, gw mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Manusia boleh berencana, namun Tuhanlah yang menentukan. Dan satu lagi, kalo ditimpuk kardus, lo harus menghindar...
................................................................

Berikut adalah anak-anak terGUGAD

Dari kiri ke kanan (jas hitam): Nur Shobi, Zaebudin, Hamonangan, Sujatmiko
Yang beda sendiri : Gw..(Randy Nurdika)