Hal yang baik untuk kita belum tentu baik untuk orang lain..
Kalimat klise seperti diatas pasti sudah sering kita dengar, seperti halnya dilarang merokok di tempat umum. Kenyataannya kalimat tersebut biasanya hanya kita anggap seperti kentut (meningglakan kesan selama beberapa detik setelah itu terlupakan begitu saja), seringkali kita melakukan apa saja yang kita suka, namun kita tdak memikirkan dampak dari apa yang kita lakukan tersebut terhadap orang lain.
Masalah seperti itu sering kita alami dalam keseharian kita, keseharian gw..
Dalam perjalanan, gw biasa melakukan mobilitas menggunakan motor.
Orang tua gw termasuk orang yang mematuhi peraturan, dahulu kala sebelum gw punya SIM gw ngga pernah diperbolehkan orang tua gw bawa motor keluar dari daerah rumah gw dalam radius 3km.
Pernah, gw punya pacar yang tinggal di Depok, tanpa sepengetahuan orangtua gw, gw sering diam-diam bawa motor ke Depok, alhasil setiap gw ngapel otomatis gw yang saat itu belum memiliki SIM telah melanggar peraturan negara dan peraturan yang ditetapkan orang tua gw.
Pada suatu hari, gw yang mengantarkan sang pacar pulang ke rumah pada jam 12 malam (belum punya SIM) hampir terjaring razia, pada saat itu dari kejauhan gw melihat ada beberapa polisi yang sedang menyuruh minggir motor-motor yang melintas, saat itu melintas pula dibenak gw sebuah pemikiran kalo itu adalah razia..
Demi kelanjutan hubungan gw (kalo ketangkep gw bakalan disuruh putus oleh ortu gw) gw pun melanjutkan perjalanan dengan menerobos kepungan polisi yang terlihat sedang haus uang suap tersebut, gw menambah kecepatan motor gw sampai 80km/jam dan berhasil lolos dari para polisi (kecuali polisi tidur yang dengan sabarnya membiarkan tubuhnya untuk dilindas motor gw).
Karena kejadian tersebut akhirnya gw bikin SIM, kini gw sudah menjadi pengendara yang lebih baik, walaupun pada kenyataannya gw masih tetap pengendara yang dungu.
-2 kali nabrak mobil camry
-1 kali nabrak mobil kijang inova
-1 kali nabrak kijang super
-1 kali mecahin spion taksi, yang 4 kali ngga pecah
-1 kali nabrak angkot (bagi gw angkot adalah musuh, jadi gapapa ditabrak)
-naik ke sparator jalan
-beberapa kali masuk jalur cepat
-keceplosan nerobos lampu merah (biasanya dilakukan karena ketidak sengajaan, disebabkan lampu lalulintas yang ngga nyala)
-naik motor di daerah Pondok Indah pake sandal jepit (ketika sang sandal putus lo bakalan ngerasa hidup tiada lagi memiliki arti)
Alhamdulillah dari semua kejadian yang menimpa gw, gw belum pernah ditilang ataupun berurusan dengan polisi.
Lama-kelamaan seiring berjalannya waktu gw merasa kalo sebenernya SIM itu ngga penting asalkan kita ngga ditilang atau dirazia.
Karena itu gw selalu berharap ada razia setiap harinya, sehingga gw bisa merasa SIM gw berguna (selain membuat dompet gw terlihat tebal) dan gw jadi ngga percuma bikin SIM mahal-mahal.
Menurut gw, apabila setiap hari ada razia mungkin akan sedikit mengurangi kemacetan di kemudian harinya, karena pengendara yang belum memiliki SIM jadi tidak berani menggunakan kendaraannya.
Dalam berkendaraan kita harus selalu siap untuk menghadapi apa saja yang akan terjadi. Dalam berkendaraan di jalan raya gw senantiasa berfikir bahwa semua pengendara lain adalah orang-orang idiot yang sedang mengendarai kendaraan, karena hanya dengan seperti itu gw bisa lebih berhati-hati dan mampu memprediksi gerakan yang akan dilakukan pengendara lain.
Beberapa hal idiot yang sering dilakukan para pengendara kendaraan bermotor adalah:
-ngebut sendirian
-belok ngga pake lampu sen
-menganggap spion sebagai cermin
-berhenti di tikungan
-berkendara sambil sms an (ini yang paling idiot diantara idiot seantero jagad)
-berkendara di jalan raya tanpa memiliki SIM (kaya gw dulu, sekarang gw bisa sombong udah punya SIM)
-nerobos lampu merah
-naik motor ber3 (biasanya dilakukan ababil)
-suara motor yang berisik (polusi suara)
-berkendara malam hari tanpa menyalakan lampu (berasa dirinya batman, sok invisible)
-naik motor sambil mendengarkan musik menggunakan head set
-dan lain-lain yang kerap membuat gw emosi jiwa
Dari beberapa hal diatas, manakah yang paling sering anda lakukan. Semoga dapat menjadi bahan instrospeksi diri bagi semua orang dan khususnya diri gw. Semoga kita bisa lebih berhati-hati dalam berkendara, mentaati peraturan yang berlaku dan menghormati pengguna jalan yang lain.
Ciptakan rasa aman dalam berkendara dan saksikan terus sinetron Arti Sahabat sambil menikmati nasi goreng Alif.
Rabu, 30 Maret 2011
Rabu, 09 Maret 2011
Tanggal 9
Tanggal 9 kemarin adalah hari yang paling gw tunggu seumur hidup gw, tak lain dan tak bukan karena pada hari itu gw akan punya kartu nama.
09.00
Setelah sebelumnya gw sedikit melakukan peregangan pada tubuh renta gw, gw menjamah kamar mandi sambil menyalakan musik di hape. Gw seharusnya sudah berangkat, karena jam 10 nanti gw ada meeting dengan anak-anak G04.
G04 adalah sebuah biro jasa desain yang didirikan oleh teman kuliah gw, yang terdiri dari 9 orang mahasiswa abadi nan kereaktif di sebuah kampus ternama di Jakarta. Sebagai info tambahan nama G04 berasal dari kata Group 04, yang artinya para pendiri biro ini adalah para mahasiswa angkatan 04 (yang belum lulus).
Setelah dirasa siap untuk berangkat gw pun bergegas memanaskan mesin motor kesayangan gw, motor yang kerap gw tunggangi dengan kebringasan gw sebagai masker rider, motor yang dengan penuh keikhlasan diberi minum bensin bersubsidi.
10.25
Tak terlalu terasa, jalanan yang pada saat itu terasa ramah tamah gemari paloh jenawi benar-benar membantu gw sampai kampus dalam kurun waktu tak sampai 1 jam saja. Sesampainya di parkiran motor, gw melepas helm sambil mengibaskan rambut yang sudah 2 hari belum dikeramasin (gw keremas cuma kalo habis mimpi basah, dan gw sendiri ngga inget kapan gw mimpi basah, apa malah ngga pernah).
Gw mencoba mencari teman gw yang lain, saat itu mata elang gw tidak melihat batang hidung mereka, bau mereka pun tak terendus oleh ketajaman indra penciuman gw. Nampaknya tak satupun dari mereka yang sudah sampai. Anak zaman sekarang memang punya kebiasaan ngaret. ngomong-ngomong tentang kebiasaan ini, gw sering kali menjadi korban, gw yang paling ngga suka ngaret (kecuali jadwal kelulusan gw yang ngaret banget), pernah dengan bodohnya menunggu seorang wanita di bioskop selama 2 jam.
11.00
Gw, Reygi, Adimar dan Asep pun bersatu.
Gw : Di gw udah bikin desain kartu nama yang baru
Adimar : oh ya, coba liat..
Gw pun menyalakan Sisca (nama laptop gw) dan menunjukkan hasil kerja keras gw.
Adimar : wah keren
Asep : ia keren loh
Reygi : ...................(sebelum adimar dan asep dateng gw udah pamer terlebih dulu ke egi, jadi dia cuma diem aja)
Asep : Gw juga iseng-iseng bikin ini (asep memamerkan cover dvd karya dia)
Gw, Adimar, Reygi : wah keren sep
Asep : Biasa aja, gw cuma iseng aja bikin ginian..
Adimar : donlod dimana sep (dengan sangat kurang ajarnya adimar ngeledek)
Randy : iya iya keren (masih ngga yakin kalo asep bisa bikin kaya gitu)
Asep : ada koq tamplatenya (membuka ilustrarator dan ngasih unjuk tamplet yang dia gunakan)
Gw : wah keren (lega ternyata itu design dari tamplate)
13.00 kurang lebih
Kemunculan 2 bidadari berkerudung.
Terdengar sayup-sayup suara percakapan sepasang wanita yang suaranya terdengar tidak asing, Akhirnya datang juga! Nelly dan Farah, 2 orang anggota perempuan G04 yang kami tunggu dari tadi. (janjiannya jam 10, kenapa bisa pada dateng jam segini ya).
Sembari menunggu Dollar yang kabarnya sedang berteduh, gw secara bergiliran sholat di mushola yang terletak di lantai 4. Dengan bertelanjang kaki gw menuju toilet untuk mengambil air wudlu, gw menelusuri lorong yang dipenuhi mahasiswa dan mahasiswi yang entah sedang mengerjakan apa.
Saat-saat seperti itu adalah saat dimana gw harus cermat dan cepat untuk menghindar dari bersentuhan dengan lawan jenis, namun alangkah disayangkan, walaupun tubuh gw tidak tersentuh tapi hati gw selalu tersentuh apabila melihat lawan jenis yang lucyu.
14.30 kurang lebih
Pucuk dicinta Dollar pun tiba. Selain balesan sms dari seseorang yang tak kunjung berbalas, hal yang paling gw tunggu hari ini adalah kedatangan Dollar, tentu saja Dollar yang datang dengan membawa kartu nama.
Pembagian kartu nama dilaksanakan, ini adalah atraksi utama dari meeting G04 hari ini.
Dollar : Siapa sih yang desain kartu nama? (nyindir adimar)
Adimar : ini tulisannya agak kurang kebaca ya (sedih karena desain kartu namanya nampak kurang memuaskan)
Gw : Bagus koq, cuma hurufnya kekecilan aja (mencoba menghibur Adimar yang nampak desperado)
Bolak-balik rapatin logo, redesign logo tapi ujug-ujugnya logonya nyempil di pojok kayak belek.
Adimar : koq kartu nama gw dikit banget..
Reygi : eeh iya nih, punya gw sama reyga banyakan punya gw.
Nelly : punya gw banyak banget.
Gw : coba diitung deh, punya gw ada 37 loh
Dollar : Gw kayaknya paling banyak nih
Masing2 anggota mendapat jumlah kartu nama yang berbeda, seharusnya pembagian yang adil adalah tiap orang mendapatkan 33 kartu nama.
Dari kejauhan, nampak dua buah sosok yang cukup familiar, Seto dan Reza datang tak diundang. Seto dan Reza adalah teman seangkatan gw yang juga belum lulus, padahal menurut gw mereka itu sangat hebat dalam hal desain men desain loh.
"Apa kabar nih nasigoreng Alif?".Seto menyodorkan tangannya minta dijabat.
"wah, lo udah baca blog gw ya?" terus terang gw ngga menyangka temen gw ternyata sudah membaca blog gw ini.
"Ga disangka Randy bisa juga nulis,Raditya Dika ke 2 nih" sepik Dollar menambahkan.
"heeh, iya ya, nama gw kan mirip, Raditya Dika sama Randy Nurdika"
17.00
Bersama teman-teman yang tadi ditulis di atas,kita yang rencananya mau pulang mengurungkan niat. Di depan gedung fikom kami bertemu beberapa anak DKV 2004 yang lain, yang belum lulus. Sebenarnya gw terkejut bercampur haru mengetahui kenyataan bahwa ternyata sangat banyak teman-teman gw yang begitu mencintai kampus ini.
Kami adalah mahasiswanya mahasiswa, mahasiswa paling senior di kampus ini, mahasiswa yang dengan tabah menghabiskan masa produktifnya di kampus tercinta. Dengan memantapkan hati untuk tetap tabah menjalani hidup ini, kami pun berfoto ria layaknya ortubil (orang tua labil) sambil ngebanyol tentang banyolan khas orang tua(ya, kami memang sudah tua).
19.00 setelah solat maghrib
Entah angin apa yang membuat kita betah berlama-lama dikampus, gw, Reygi, Seto, Reza, Josua, Wahyu, Asep dan Adimar nongkrong di turunan yang mau ke arah mushola (gw bingung tempat itu namanya apa). Mendengarkan musik, bergosip tentang dosen dan menari pun tidak lepas dari kegiatan kita pada saat itu.
Saat itu kami memang terlihat lepas kendali, mungkin saja bagi orang lain yang berfikiran picik kami terlihat seperti orang gila, namun apabila orang itu berwawasan luas maka mereka akan sedih karena berfikir bahwa mereka sudah kuliah di tempat yang salah.
21.00
Angin yang tadi membuat kami betah kini mulai membuat kami kedinginan, gw yang renta apabila terkena angin malam masih harus bertemu dengan seorang teman di daerah blok m, sungguh hari ini gw memaksakan diri untuk jauh dari rumah. Gw males pulang, gw butuh teman untuk menghibur dikala gw sedih, dikala gw merasa kesepian (akhirnya gw punya ide untuk membujuk reygi supaya nginep di rumah gw).
22.00
Gw dan reygi bertemu dengan teman gw yang bernama Mey di KFC bulungan setelah sebelumnya kami menonton band di wapres. Mey adalah seorang Koreaholic, dia mengaku pernah menonton drama Korea dari malem sampai jam 4 pagi, Mey ini adalah satu-satunya teman gw yang dengan semangat mendengarkan tentang cerita-cerita karangan gw selain itu Mey adalah salah seorang teman yang bisa gw banggakan, karena dia calon dokter muda.
24.00 kurang lebih
Meratapi nasib, gw merasa sebagai orang yang terlalu blak-blakan dalam mengungkapkan isi hati gw, namun gw merupakan orang yang tidak akan melakukan sesuatu kepada seseorang yang gw tidak mau orang lain melakukan sesuatu tersebut kepada gw (ngerti ngga bahasa gw?).
Gw biasa ngeledekin orang, tentu saja karena gw ngga masalah diledekin, gw ngerjain orang karena gw ngga msalah dikerjain orang, namun gw seringkali melupakan sesuatu, bahwa semua orang itu tidak sama seperti gw.
Untuk apa yang pada hari itu gw lakukan terhadap semua orang baik yang disengaja ataupun tidak disengaja semoga bisa menjadi bahan instrospeksi diri, karena gw tidak pernah dengan sengaja ingin menyakiti orang lain (kecuali kalo lagi emosi, tapi gw jarang sih termakan emosi).
Nasigoreng Alif akan tetap dihatiku selamanyaaa!
09.00
Setelah sebelumnya gw sedikit melakukan peregangan pada tubuh renta gw, gw menjamah kamar mandi sambil menyalakan musik di hape. Gw seharusnya sudah berangkat, karena jam 10 nanti gw ada meeting dengan anak-anak G04.
G04 adalah sebuah biro jasa desain yang didirikan oleh teman kuliah gw, yang terdiri dari 9 orang mahasiswa abadi nan kereaktif di sebuah kampus ternama di Jakarta. Sebagai info tambahan nama G04 berasal dari kata Group 04, yang artinya para pendiri biro ini adalah para mahasiswa angkatan 04 (yang belum lulus).
Setelah dirasa siap untuk berangkat gw pun bergegas memanaskan mesin motor kesayangan gw, motor yang kerap gw tunggangi dengan kebringasan gw sebagai masker rider, motor yang dengan penuh keikhlasan diberi minum bensin bersubsidi.
10.25
Tak terlalu terasa, jalanan yang pada saat itu terasa ramah tamah gemari paloh jenawi benar-benar membantu gw sampai kampus dalam kurun waktu tak sampai 1 jam saja. Sesampainya di parkiran motor, gw melepas helm sambil mengibaskan rambut yang sudah 2 hari belum dikeramasin (gw keremas cuma kalo habis mimpi basah, dan gw sendiri ngga inget kapan gw mimpi basah, apa malah ngga pernah).
Gw mencoba mencari teman gw yang lain, saat itu mata elang gw tidak melihat batang hidung mereka, bau mereka pun tak terendus oleh ketajaman indra penciuman gw. Nampaknya tak satupun dari mereka yang sudah sampai. Anak zaman sekarang memang punya kebiasaan ngaret. ngomong-ngomong tentang kebiasaan ini, gw sering kali menjadi korban, gw yang paling ngga suka ngaret (kecuali jadwal kelulusan gw yang ngaret banget), pernah dengan bodohnya menunggu seorang wanita di bioskop selama 2 jam.
11.00
Gw, Reygi, Adimar dan Asep pun bersatu.
Gw : Di gw udah bikin desain kartu nama yang baru
Adimar : oh ya, coba liat..
Gw pun menyalakan Sisca (nama laptop gw) dan menunjukkan hasil kerja keras gw.
Adimar : wah keren
Asep : ia keren loh
Reygi : ...................(sebelum adimar dan asep dateng gw udah pamer terlebih dulu ke egi, jadi dia cuma diem aja)
Asep : Gw juga iseng-iseng bikin ini (asep memamerkan cover dvd karya dia)
Gw, Adimar, Reygi : wah keren sep
Asep : Biasa aja, gw cuma iseng aja bikin ginian..
Adimar : donlod dimana sep (dengan sangat kurang ajarnya adimar ngeledek)
Randy : iya iya keren (masih ngga yakin kalo asep bisa bikin kaya gitu)
Asep : ada koq tamplatenya (membuka ilustrarator dan ngasih unjuk tamplet yang dia gunakan)
Gw : wah keren (lega ternyata itu design dari tamplate)
13.00 kurang lebih
Kemunculan 2 bidadari berkerudung.
Terdengar sayup-sayup suara percakapan sepasang wanita yang suaranya terdengar tidak asing, Akhirnya datang juga! Nelly dan Farah, 2 orang anggota perempuan G04 yang kami tunggu dari tadi. (janjiannya jam 10, kenapa bisa pada dateng jam segini ya).
Sembari menunggu Dollar yang kabarnya sedang berteduh, gw secara bergiliran sholat di mushola yang terletak di lantai 4. Dengan bertelanjang kaki gw menuju toilet untuk mengambil air wudlu, gw menelusuri lorong yang dipenuhi mahasiswa dan mahasiswi yang entah sedang mengerjakan apa.
Saat-saat seperti itu adalah saat dimana gw harus cermat dan cepat untuk menghindar dari bersentuhan dengan lawan jenis, namun alangkah disayangkan, walaupun tubuh gw tidak tersentuh tapi hati gw selalu tersentuh apabila melihat lawan jenis yang lucyu.
14.30 kurang lebih
Pucuk dicinta Dollar pun tiba. Selain balesan sms dari seseorang yang tak kunjung berbalas, hal yang paling gw tunggu hari ini adalah kedatangan Dollar, tentu saja Dollar yang datang dengan membawa kartu nama.
Pembagian kartu nama dilaksanakan, ini adalah atraksi utama dari meeting G04 hari ini.
Dollar : Siapa sih yang desain kartu nama? (nyindir adimar)
Adimar : ini tulisannya agak kurang kebaca ya (sedih karena desain kartu namanya nampak kurang memuaskan)
Gw : Bagus koq, cuma hurufnya kekecilan aja (mencoba menghibur Adimar yang nampak desperado)
Bolak-balik rapatin logo, redesign logo tapi ujug-ujugnya logonya nyempil di pojok kayak belek.
Adimar : koq kartu nama gw dikit banget..
Reygi : eeh iya nih, punya gw sama reyga banyakan punya gw.
Nelly : punya gw banyak banget.
Gw : coba diitung deh, punya gw ada 37 loh
Dollar : Gw kayaknya paling banyak nih
Masing2 anggota mendapat jumlah kartu nama yang berbeda, seharusnya pembagian yang adil adalah tiap orang mendapatkan 33 kartu nama.
Dari kejauhan, nampak dua buah sosok yang cukup familiar, Seto dan Reza datang tak diundang. Seto dan Reza adalah teman seangkatan gw yang juga belum lulus, padahal menurut gw mereka itu sangat hebat dalam hal desain men desain loh.
"Apa kabar nih nasigoreng Alif?".Seto menyodorkan tangannya minta dijabat.
"wah, lo udah baca blog gw ya?" terus terang gw ngga menyangka temen gw ternyata sudah membaca blog gw ini.
"Ga disangka Randy bisa juga nulis,Raditya Dika ke 2 nih" sepik Dollar menambahkan.
"heeh, iya ya, nama gw kan mirip, Raditya Dika sama Randy Nurdika"
17.00
Bersama teman-teman yang tadi ditulis di atas,kita yang rencananya mau pulang mengurungkan niat. Di depan gedung fikom kami bertemu beberapa anak DKV 2004 yang lain, yang belum lulus. Sebenarnya gw terkejut bercampur haru mengetahui kenyataan bahwa ternyata sangat banyak teman-teman gw yang begitu mencintai kampus ini.
Kami adalah mahasiswanya mahasiswa, mahasiswa paling senior di kampus ini, mahasiswa yang dengan tabah menghabiskan masa produktifnya di kampus tercinta. Dengan memantapkan hati untuk tetap tabah menjalani hidup ini, kami pun berfoto ria layaknya ortubil (orang tua labil) sambil ngebanyol tentang banyolan khas orang tua(ya, kami memang sudah tua).
19.00 setelah solat maghrib
Entah angin apa yang membuat kita betah berlama-lama dikampus, gw, Reygi, Seto, Reza, Josua, Wahyu, Asep dan Adimar nongkrong di turunan yang mau ke arah mushola (gw bingung tempat itu namanya apa). Mendengarkan musik, bergosip tentang dosen dan menari pun tidak lepas dari kegiatan kita pada saat itu.
Saat itu kami memang terlihat lepas kendali, mungkin saja bagi orang lain yang berfikiran picik kami terlihat seperti orang gila, namun apabila orang itu berwawasan luas maka mereka akan sedih karena berfikir bahwa mereka sudah kuliah di tempat yang salah.
21.00
Angin yang tadi membuat kami betah kini mulai membuat kami kedinginan, gw yang renta apabila terkena angin malam masih harus bertemu dengan seorang teman di daerah blok m, sungguh hari ini gw memaksakan diri untuk jauh dari rumah. Gw males pulang, gw butuh teman untuk menghibur dikala gw sedih, dikala gw merasa kesepian (akhirnya gw punya ide untuk membujuk reygi supaya nginep di rumah gw).
22.00
Gw dan reygi bertemu dengan teman gw yang bernama Mey di KFC bulungan setelah sebelumnya kami menonton band di wapres. Mey adalah seorang Koreaholic, dia mengaku pernah menonton drama Korea dari malem sampai jam 4 pagi, Mey ini adalah satu-satunya teman gw yang dengan semangat mendengarkan tentang cerita-cerita karangan gw selain itu Mey adalah salah seorang teman yang bisa gw banggakan, karena dia calon dokter muda.
24.00 kurang lebih
Meratapi nasib, gw merasa sebagai orang yang terlalu blak-blakan dalam mengungkapkan isi hati gw, namun gw merupakan orang yang tidak akan melakukan sesuatu kepada seseorang yang gw tidak mau orang lain melakukan sesuatu tersebut kepada gw (ngerti ngga bahasa gw?).
Gw biasa ngeledekin orang, tentu saja karena gw ngga masalah diledekin, gw ngerjain orang karena gw ngga msalah dikerjain orang, namun gw seringkali melupakan sesuatu, bahwa semua orang itu tidak sama seperti gw.
Untuk apa yang pada hari itu gw lakukan terhadap semua orang baik yang disengaja ataupun tidak disengaja semoga bisa menjadi bahan instrospeksi diri, karena gw tidak pernah dengan sengaja ingin menyakiti orang lain (kecuali kalo lagi emosi, tapi gw jarang sih termakan emosi).
Nasigoreng Alif akan tetap dihatiku selamanyaaa!
Langganan:
Komentar (Atom)